Panduan Lengkap Cara Keyword Research untuk Website yang Optimal

Ingin memperoleh posisi pertama halaman pencarian Google? Mustahil kalau Anda mampu melakukannya tanpa disertai keyword research.
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Membangun website itu mudah dan bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. Namun, kalau Anda ingin website tersebut memiliki traffic tinggi ataupun mampu meningkatkan angka penjualan secara drastis, jelas perlu proses panjang. Banyak tahapan yang perlu Anda lakukan untuk mencapainya, termasuk di antaranya adalah keyword research.

Dalam upaya mendapatkan visitor serta traffic tinggi, riset kata kunci memang menjadi sebuah keharusan. Terlebih, kalau Anda menginginkan traffic tinggi yang bersumber dari mesin pencari. Tak hanya berguna berkaitan dengan search engine optimization (SEO), riset kata kunci juga menjadi fondasi dari segala jenis teknik digital marketing.

Apa Itu Keyword Research dan Mengapa Penting Dilakukan

Definisi mendasar dari keyword research adalah upaya menemukan kata kunci yang tepat untuk website Anda. Dalam prosesnya, Anda tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga menganalisis dan sekaligus menggunakannya sebagai sarana memperoleh pengunjung lebih banyak. Dari proses ini, Anda bisa menemukan frasa yang sering digunakan oleh para pengguna internet saat beraktivitas di dunia maya.

Dalam praktiknya, aktivitas riset kata kunci dapat dilakukan dengan berbagai jenis tool SEO di internet, baik yang gratis ataupun premium. Namun, apakah hal ini sangat penting sehingga harus dilaksanakan? Ada lima alasan utama yang membuat Anda perlu dan bahkan wajib melakukan keyword research ketika menjalankan bisnis online, yaitu:

1. Tingkat persaingan tinggi di internet

Saat berkecimpung di dunia internet, Anda perlu tahu bahwa tingkat persaingan di antara para pemilik website sangat tinggi. Jumlahnya pun terus mengalami peningkatan, seiring dengan bertambahnya angka pemakaian internet. Data statistik tahun 2019 menunjukkan bahwa pengguna internet di seluruh dunia mencapai angka 4,13 miliar.

Hasil perhitungan NetCraft tahun 2014 memperlihatkan bahwa jumlah website di seluruh dunia mencapai angka 1 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi 1,5 miliar pada tahun 2019. Hanya saja, tidak semua website itu masih aktif dan mampu bersaing. Sekitar 85% website dunia dalam kondisi nonaktif.

Bayangkan kalau Anda membangun website baru dalam waktu dekat. Apakah situs tersebut punya daya saing tinggi dan mampu bertahan di tengah tingginya persaingan? Tanpa disertai aktivitas riset kata kunci, kemungkinannya sangatlah kecil. Bisa jadi, website tersebut tersisihkan dan menjadi bagian dari 85% website nonaktif.

2. Traffic tak menjamin adanya konversi

Website yang punya traffic tinggi belum menjamin tingkat keuntungan besar. Tak menutup kemungkinan bahwa ada web yang punya visitor sedikit tetapi mempunyai profit tinggi. Hal ini sangat mungkin terjadi karena traffic tidak menjamin konversi. Anda dapat mengubah traffic menjadi konversi dengan melakukan riset kata kunci.

3. Algoritma mesin pencari yang dinamis

Faktor selanjutnya yang membuat riset kata kunci begitu penting adalah dinamisnya perkembangan teknologi. Seiring kemajuan teknologi, mesin pencari juga mengalami transformasi. Cara penerapan kata kunci di masa lalu sudah tidak lagi relevan kalau dipraktikkan pada zaman sekarang.

Awal tahun 2000-an, algoritma mesin pencari Google masih cukup sederhana. Saat itu, para pemilik website bisa memperoleh rangking tinggi tanpa perlu bingung membangun konten berkualitas. Kebijakan penalti bagi pemilik website oleh Google juga sangat minim. Alhasil, praktik SEO black hat dengan menuliskan keyword sebanyak-banyaknya berlangsung masif.

Selanjutnya,  Google menerapkan Algoritma Panda tahun 2011.  Kebijakan ini mengharuskan  pemilik website untuk mencermati kualitas konten sehingga relevan dengan keinginan para pencari. Ada pula Google Penguin yang dirilis tahun 2012. Algoritma tersebut membatasi pemakaian keyword yang tidak natural.

Google pun terus melakukan peningkatan algoritma secara berkala. Hasilnya, saat ini website tak hanya wajib mempunyai konten berkualitas. Mereka juga meningkatkan hasil pencarian semantic serta memberi fokus lebih besar pada pencarian intent.

Semua perubahan tersebut berpengaruh pada traffic ataupun konversi website. Lalu, bagaimana jadinya kalau Anda menjalankan website tanpa disertai riset kata kunci? Tak menutup kemungkinan website yang awalnya ramai pengunjung berubah secara tiba-tiba menjadi kota mati.

4. Insight bisnis

Keyword research dapat pula Anda manfaatkan untuk mencari insight bisnis. Terdapat tiga informasi penting yang bermanfaat untuk memperoleh insight:

Target audiens

Apakah Anda benar-benar tahu dan mengerti siapa saja yang menjadi target pemasaran bisnis? Informasi seperti ini tidak bisa Anda peroleh kalau tak mempunyai data lengkap. Data seperti ini bisa Anda dapatkan secara lengkap ketika melakukan riset kata kunci.

Sebagai contoh, kalangan pebisnis bakal mempunyai perbedaan pola pencarian kalau dibandingkan pelajar. Setelah mengetahui profil target audiens, Anda dapat menyediakan konten yang sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka.

Area of interest

Setelah mengetahui profil audiens, Anda dapat pula mencari tahu tentang hal yang membuat mereka tertarik. Informasi ini sangat berguna bagi Anda untuk membangun konten tertarget. Caranya, Anda dapat menyediakan konten-konten yang bersesuaian dengan area of interest audiens.

Tingkat kebutuhan

Terakhir, Anda bisa memperoleh insight bisnis berupa data terkait kebutuhan audiens. Kemudian, Anda dapat menyediakan solusi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Keyword research tidak sekadar SEO

Anda mungkin beranggapan bahwa riset kata kunci hanya berkaitan dengan teknik SEO. Namun, anggapan itu salah besar. Bukan hanya digunakan untuk keperluan SEO, riset keyword merupakan fondasi untuk penerapan berbagai praktik digital marketing, seperti social media marketing, email marketing, big data, content marketing, dan sebagainya.

Mengenal Jenis Keyword dalam Website

Setiap website bakal disertai dengan adanya beberapa halaman atau page yang punya tema tersendiri. Oleh karena itu, Anda juga perlu menggunakan jenis kata kunci yang berbeda untuk masing-masing halaman. Terkait hal ini, terdapat dua tipe keyword yang bisa Anda pakai, yaitu:

  • Keyword Primer – Keyword primer merupakan kata kunci utama pada sebuah halaman. Biasanya, kata kunci tersebut dipilih karena memiliki intent yang relevan dan disertai volume pencarian tinggi. Selanjutnya, Anda perlu melakukan berbagai upaya optimasi sehingga menempati peringkat tinggi untuk keyword tersebut.
  • Keyword Sekunder – Sementara itu, keyword sekunder merupakan jenis kata kunci yang dipakai untuk menunjang performa kata kunci primer. Biasanya, kata kunci sekunder dilakukan dengan memakai keyword semantic serta longtail keyword.

Tahapan yang Perlu Dilakukan untuk Menemukan Keyword yang Tepat

Aktivitas keyword research Anda lakukan dengan tujuan agar kata kunci mampu meningkatkan performa website. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa kata kunci yang digunakan benar-benar tepat. Untuk memperoleh tujuan tersebut, ada tiga strategi yang bisa dilakukan, yakni:

1. Mencari dan menilai kualitas kata kunci primer

Dari dua jenis kata kunci yang telah disebutkan, tahapan pertama adalah menentukan keyword primer. Penggunaan KW primer memang ditujukan untuk masing-masing halaman. Namun, Anda tidak perlu melakukan riset untuk semua halaman pada website. Sebagai pertimbangan, proses pencarian KW primer internal di BULLRANK hanya berlaku pada kategori halaman “Update On Page” yang didapatkan dari Website Quality Audit.

Alasannya sangat masuk akal. Kalau Anda memilih riset KW pada semua halaman, banyak waktu bakal terbuang. Terlebih, tidak semua halaman website memiliki dampak besar secara SEO. Oleh karena itu, Anda melakukan efisiensi cukup dengan melaksanakan riset KW pada halaman yang memiliki impact besar.

Anda bisa pula memilih untuk mencari dan melakukan review KW primer secara manual menggunakan Google Sheet dan Ahrefs ataupun SEMrush. Caranya dapat dilakukan lewat tahapan sebagai berikut:

  1. Salin dan masukkan daftar url setiap page yang ingin di-review.
  2. Buka satu per satu url halaman website yang telah disalin.
  3. Langkah berikutnya, Anda perlu memastikan tema besar dari setiap halaman. Lakukan tahapan ini secara perlahan dengan membaca judul, heading, serta konten secara menyeluruh. Setelah itu, analisis apakah KW primer untuk masing-masing url sudah tepat.
  4. Selanjutnya, periksa setiap KW primer dari masing-masing page dan masukkan ke Google atau Ahrefs KW Explorer. Di sini, Anda dapat mengetahui apakah KW primer halaman tersebut sudah teroptimasi atau belum. Selain itu, Anda bisa pula memperoleh informasi ada tidaknya kata kunci dengan volume pencarian yang lebih tinggi.
  5. Kalau Anda menilai bahwa kata kunci yang telah ada akurat, pertahankan. Namun, kalau ada peluang yang lebih baik, ganti kata kunci tersebut.

Langkah-langkah tersebut berlaku untuk halaman yang sebelumnya sudah mempunyai KW primer. Namun, bagaimana dengan page yang ternyata belum memiliki KW primer? Solusinya, Anda dapat membuka url halaman tersebut dan menganalisis kata kunci yang tepat. Anda bisa memperkirakan apa yang akan diketik seseorang ketika ingin mencari info seperti yang ada dalam halaman tersebut.

Perkiraan KW itu kemudian bisa Anda jadikan acuan awal untuk proses analisis lanjutan. Untuk tahapan analisisnya, Anda bisa melakukan tahapan sebagai berikut:

  • Kunjungi url halaman yang masih belum memiliki KW primer.
  • Pahami konten secara menyeluruh. Lakukan dengan tenang sehingga Anda bisa memperoleh gambaran jelas tema halaman tersebut.
  • Temukan kata kunci “root” dari url halaman itu. Keyword “root” umumnya bisa berupa nama produk, frasa pada judul, kata-kata di url, atau gambaran umum page itu.
  • Pasang Keyword Everywhere Plugin pada aplikasi browser. Setelah itu, gunakan keyword “root” ke kolom pencarian Google.
  • Periksa volume pencarian kata kunci tersebut. Arahkan kursor ke bagian bawah layar untuk melihat hasil pencarian terkait.
  • Dengan adanya plugin Keyword Everywhere, Anda dapat mengetahui info tentang volume pencarian dari masing-masing kata kunci. Selanjutnya, pertimbangkan untuk memilih keyword dengan volume pencarian tertinggi.
  • Hanya saja, jangan mementingkan volume pencarian saat menentukan KW primer. Anda juga perlu memastikan bahwa kata kunci tersebut menjadi representasi dari url halaman.

2. Menemukan dan mereview keyword sekunder

Setelah tahapan keyword research untuk kata kunci primer sudah dilakukan, maka Anda perlu melakukan langkah serupa terkait KW sekunder. Sekali lagi perlu ditekankan, KW sekunder bertugas untuk mendukung kinerja kata kunci primer. Jangan memakai KW sekunder yang merupakan variasi dari KW utama.

Untuk menemukan KW sekunder yang pas, Anda dapat mengikuti langkah seperti pencarian KW primer. Setelah itu, Anda dapat menggunakan KW longtail atau LSI yang mempunyai volume pencarian tinggi sebagai kata kunci sekunder. Sebagai contoh, Anda punya KW primer mobil bekas. Selanjutnya, KW sekunder bisa memilih pakai mobil bekas murah atau mobil bekas harga di bawah 100 juta.

Dalam praktiknya, Anda tidak terbatas hanya memakai satu KW sekunder. Tak ada salahnya kalau Anda menggunakan dua atau tiga kata kunci sekunder untuk setiap halaman. Penentuan jumlah KW itu bisa dilakukan dengan mempertimbangkan volume pencariannya. Jangan lupa pula untuk memasukkan KW sekunder beserta volume pencariannya pada dokumen Google Sheet.

Pertimbangan Penting saat Melakukan Keyword Research Website

Bagi para pebisnis online, riset kata kunci tidak hanya bermanfaat untuk mendatangkan pengunjung. Namun, penggunaan kata kunci yang tepat berpotensi meningkatkan angka konversi melalui website. Hal ini bisa terjadi karena kata kunci juga memberi informasi berupa keinginan pengguna internet saat melakukan pencarian online. Selanjutnya, Anda bisa menggiring mereka untuk mengunjungi dan sekaligus melakukan transaksi di website.

Hanya saja, manfaat tersebut dapat Anda peroleh kalau berhasil menemukan kata kunci dengan benar. Anda bisa mendapatkan kata kunci secara tepat dengan memperhatikan empat parameter utama, yaitu:

  • Volume – Parameter pertama adalah volume. Anda perlu memastikan bahwa jenis kata kunci yang dipilih memiliki tingkat pencarian tinggi. Makin tinggi jumlah pencarian, potensi untuk mendapatkan pengunjung juga meningkat. Apalagi, kalau Anda mampu menempati posisi pertama halaman pencarian.
  • Intent – Hal tak kalah pentingnya saat melakukan keyword research adalah mengetahui intent atau keinginan pencari. Anda akan menemukan ada tiga jenis keyword intent saat melakukan riset, yaitu:
    • Commercial investigation – Pemakaian kata kunci commercial investigation dilakukan ketika seseorang sudah punya gambaran jelas terkait produk barang atau jasa incarannya. Hanya saja, mereka masih memerlukan pertimbangan sebelum mengambil keputusan akhir. Oleh karena itu, kata kunci yang termasuk dalam kategori ini kerap disertai dengan kata semacam perbandingan, review, terbaik, dan semacamnya.
    • Informational intent – Ada pula informational intent. Tipe kata kunci ini digunakan dengan tujuan untuk mencari informasi tertentu di internet. Jenis informasinya juga beragam, mulai dari berita terbaru, tutorial, fakta sejarah, dan lain sebagainya.
    • Transactional intent – Kata kunci yang termasuk dalam kategori transactional intent biasanya memiliki volume pencarian kecil. Penggunaannya mengindikasikan bahwa pencari ingin segera melakukan pembelian. Alhasil, Anda akan menjumpai keyword transactional intent bakal memiliki embel-embel kata seperti beli, harga, murah, dan lain-lain. Dari tiga jenis keyword intent tersebut, navigational bisa Anda lewatkan. Sementara itu, tiga jenis keyword intent lainnya bisa dipakai secara kombinasi dan menyesuaikan dengan funnel Anda. Dengan kombinasi yang tepat, Anda tidak hanya mendapatkan visitor, tetapi mendorong mereka untuk melakukan transaksi.
  • Kompetisi – Parameter selanjutnya adalah tingkat kompetisi keyword. Jenis kata kunci yang mengindikasikan penggunanya untuk melakukan transaksi biasanya punya tingkat kompetisi tinggi. Agar website Anda mampu memenangkan kompetisi tersebut, perhatikan kualitas konten, tingkat kedalaman konten, brand reach, ataupun backlink.
  • Keyword kompetitor –  Jangan lupa pula untuk mengamati jenis kata kunci yang digunakan oleh kompetitor.

Melalui pertimbangan empat faktor tersebut, Anda dapat menemukan kata kunci ideal sesuai bisnis yang dijalankan. Anda perlu memastikan bahwa keyword punya tingkat persaingan rendah dan memiliki volume pencarian tinggi. Tak lupa, Anda juga harus memilih jenis kata kunci yang relevan dengan bisnis.

Pemilihan kata kunci tersebut juga memiliki kaitan erat dengan cara penggunaannya pada sebuah konten. Konten dengan kualitas bagus akan memperoleh penilaian lebih tinggi di mata mesin pencari. Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda menyusun konten apa pun, baik video, gambar, ataupun artikel sebaik-baiknya dan informatif.

Mapping dan Analisis Kata Kunci

Proses research keyword belum selesai hanya dengan menemukan kata kunci primer dan sekunder. Setidaknya, Anda perlu dua tahapan penting yang harus dilalui, yakni mapping dan analisis kata kunci.

1. Mapping Keyword

Mapping keyword merupakan salah satu strategi yang efektif sebagai upaya meningkatkan rangking website di mata mesin pencari. Praktik mapping keyword dilakukan dengan mempertimbangkan relevansi antara masing-masing halaman. Hal ini pun disesuaikan dengan algoritma mesin pencari Google yang kini mengutamakan pencarian berdasarkan topik.

Hubspot menyebutkan kalau penerapan teknik mapping keyword bisa diterapkan dengan membangun artikel pilar yang berguna sebagai main hub. Selanjutnya, konten pilar itu dihubungkan dengan beberapa konten yang mempunyai keterkaitan topik. Dengan cara seperti ini, mesin pencari akan menilai halaman pilar punya authority tinggi.

Cara yang efektif dalam melakukan mapping keyword adalah dengan mengelompokkan kata kunci berdasarkan intent. Anda perlu menyusun pemetaan kata kunci itu dengan mengikuti strategi funneling. Ada lima tahapan untuk penerapan keyword funnel, yaitu:

  • Attention – Pada tahap awal, Anda bisa memilih untuk menggunakan informational intent keyword. Tahap ini merupakan upaya awal untuk menarik perhatian pengunjung website. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memakai kata kunci dengan topik yang sesuai dengan produk.
  • Awareness – Seperti halnya attention, Anda juga masih memakai informational intent keyword pada tahap awareness. Namun, pada tahapan ini Anda sudah mulai mengajak para visitor untuk mengenal produk yang ditawarkan. Berikan informasi bahwa produk tersebut mampu menyelesaikan problem mereka.
  • Discover – Pada tahap discover, Anda dapat menggunakan kelompok kata kunci yang termasuk dalam kategori commercial investigation intent. Melalui research keyword, dorong visitor untuk mengetahui bagaimana cara produk Anda mampu menyelesaikan permasalahan mereka.
  • Consider – Setelah itu, Anda bisa mengelompokkan kata kunci yang mendorong visitor melakukan transaksi. Jenis kata kunci yang Anda pakai tidak hanya transactional intent, tetapi dikombinasikan dengan commercial investigation intent. Pemakaian commercial investigation intent keyword penting karena visitor masih belum menjadi customer Anda. Mereka masih dalam tahapan mempertimbangkan untuk melakukan transaksi. Tak menutup kemungkinan, visitor menjatuhkan pilihannya pada merek lain.
  • Customer – Terakhir adalah pengelompokkan kata kunci yang ditujukan bagi para customer produk. Jenis kata kunci yang dipakai adalah transactional intent dengan tujuan mendorong customer tetap loyal. Biasanya, mapping keyword ini dilakukan dengan tujuan sebagai layanan support atau petunjuk pemakaian produk.

2. Analisis Kata Kunci

Tahap selanjutnya dalam aktivitas research keyword adalah melakukan analisis kata kunci. Tujuan optimasi yang Anda lakukan adalah agar website bisa muncul pada halaman pertama mesin pencari. Oleh karena itu, pada tahapan analisis ini, Anda perlu menelaah lebih dalam top 3 SERP (search engine result page).

Tujuan yang diinginkan dari proses analisis top 3 SERP adalah untuk mengetahui karakteristik pencarian terbaik Google untuk KW primer tertentu. Untuk melakukannya, ada beberapa langkah yang perlu dilalui, yaitu:

  1. Jelajahi Top 3 SERP – Langkah pertama adalah dengan mengunjungi masing-masing website yang ada dalam top 3 SERP untuk salah satu kata kunci primer. Anda dapat menggunakan tool seperti Ahrefs untuk bisa memperoleh informasi secara lebih detail.
  2. Periksa UR dan DR – Melalui Ahrefs, Anda dapat mengetahui Domain Rating (DR) dan URL Rating (UR) dari setiap website. Di BULLRANK, kami menggunakan data ini sebagai analisis untuk menemukan formula akurat dan realistis dalam upaya meningkatkan performa target keyword.
  3. Cek jumlah backlink – Selanjutnya, Anda juga perlu memeriksa seberapa banyak jumlah link dofollow yang ada pada halaman website tersebut. Data ini bermanfaat untuk mengetahui tingkat kompetisi. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan seberapa banyak jumlah backlink agar mampu menyaingi top 3 SERP.
  4. Ketahui link velocity – Link velocity jadi data krusial selanjutnya yang perlu Anda cermati. Dalam dunia SEO, link velocity mengindikasikan tingkat pertambahan backlink pada sebuah website. Meski begitu, link velocity tinggi bukan indikator utama untuk tampil dalam halaman pertama mesin pencari. Namun, Anda juga perlu memperhatikan kualitas backlink.
  5. Jenis konten – Dalam halaman pencarian Google, Anda akan menemukan bahwa ada beberapa jenis konten. Apakah berupa konten video Youtube, halaman produk, blog post, listing ecommerce, dan sebagainya. Informasi terkait ini membantu Anda memahami cara Google dalam menampilkan hasil pencarian untuk kata kunci tertentu. Anda pun dapat menyusun jenis konten yang tepat untuk melakukan optimasi.

Setelah melakukan analisis kata kunci top 3 SERP, apakah Anda sudah selesai? Jawabannya: masih belum. Anda masih membutuhkan satu tahapan penting, yakni membandingkan antara data website yang dimiliki dengan top 3 SERP.

Terdapat empat parameter yang bisa Anda bandingkan, yakni:

  • Peringkat keyword saat ini
  • Jumlah referring domain terkini
  • Domain authority
  • Page authority

Berbekal perbandingan parameter tersebut, BULLRANK telah menyusun formula yang dikenal dengan nama opportunity score. Formula ini disusun dengan tujuan untuk meningkatkan peringkat keyword website klien. Di dalamnya, Anda bisa menemukan tiga variabel utama, yaitu:

  1. DR Average, yang tak lain adalah rata-rata domain authority top 3 SERP
  2. UR Average, nilai rata-rata page authority top 3 SERP
  3. Link Average, jumlah rata-rata referring domain top 3 SERP.

Dari variabel tersebut, Anda akan menemukan adanya Opportunity Score berupa:

  • DA Opportunity Score – Formula DA Opportunity Score memperlihatkan kemampuan website klien dibandingkan dengan top 3 SERP. Anda akan menjumpai DA Opportunity Score memiliki nilai antara 0-100.
  • PA Opportunity Score – Sementara itu, PA Opportunity Score didapatkan dengan membandingkan antara PA Average dengan PA website klien. Seperti halnya DA Opportunity Score, penilaian ini akan menghasilkan poin antara 0-100.

Dengan memanfaatkan DA dan PA Opportunity Score, Anda punya prioritas yang perlu didahulukan dalam langkah selanjutnya. Terdapat tiga pilihan prioritas yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Meningkatkan backlink halaman
  2. Meningkatkan intensitas pertambahan backlink
  3. Melakukan koreksi “on page” yang diperlukan

Demikianlah gambaran lengkap mengenai proses keyword research yang perlu dilakukan dengan tujuan menempati top 3 SERP Google. Pada kenyataannya, aktivitas riset kata kunci merupakan kegiatan yang tidak pernah berhenti dan perlu dilakukan secara rutin. Apalagi, tingkat persaingan makin tinggi dan tak menutup kemungkinan Google akan terus melakukan perubahan algoritma.

Mau tak mau, Anda perlu mengimbangi perubahan tersebut dengan terus melakukan keyword research. Prosesnya memang cukup lama. Namun, Anda bisa memperoleh manfaat besar dari hal ini.

Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Baca Artikel Terkait

Siap Roketkan bisnismu?

Kuantitas dan kualitas trafik akan melonjak tajam. Pada akhirnya, kamu berpotensi meraih lebih banyak revenue (pendapatan) dan publisitas.

Contact

Subscribe