Panduan Digital Marketing

Tidak mau, kan, bisnis Anda tertinggal dari kompetitor akibat enggan menerapkan Digital Marketing? Yuk, simak apa itu Digital Marketing dan strateginya!
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Jika Anda hanya berkutat pada strategi pemasaran berupa Above the Line dan Below the Line, maka Anda sudah tertinggal satu langkah dari kompetitor. Iklan di media elektronik serta brosur yang Anda bagikan, tidak efektif lagi menjangkau pasar. Padahal, Anda sudah menghabiskan banyak biaya dan waktu. Sayang sekali, bukan.

Di sisi lain, pesaing menyadari bahwa bisnisnya membutuhkan media yang lebih efisien dan terukur, tanpa menguras bujet terlalu banyak. Kanal daring menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memicu revolusi dalam dunia pemasaran. Revolusi itu bernama Digital Marketing.

Digital Marketing sebenarnya bukan istilah baru, tetapi makin melejit akhir-akhir ini. Ketika strategi konvensional makin menurun efektivitasnya, pemasaran berbasis digital menghadirkan konsep yang relevan dengan era terkini. Menggunakan teknologi internet, jangkauan lebih luas serta memiliki parameter yang jelas.

Marketing online memberikan kesempatan yang sama pada setiap pelaku usaha untuk meningkatkan reputasi brand. Tidak peduli apakah baru dirintis atau sudah populer di kalangan masyarakat. Semua orang bisa mengaplikasikan komponen dasarnya ke dalam bisnis. Namun, pada tingkatan tertentu, dibutuhkan jasa digital marketer yang andal dan profesional.

Apabila Anda ingin mengejar ketertinggalan dari kompetitor, tinggalkan dulu strategi pemasaran konvensional. Kami akan mengenalkan Anda lebih jauh pada konsep Digital Marketing serta komponen yang terlibat di dalamnya. Mari, siapkan secangkir kopi untuk menemani Anda menyimak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Digital Marketing

Pada awal 1990-an, ‘Digital Marketing’ merujuk kepada pemasaran menggunakan televisi dan radio. Sejak internet berkembang pesat dan menjangkau banyak lapisan, istilah tersebut lebih spesifik mengarah ke jalur online. Sederhananya, Digital Marketing kini didefinisikan sebagai teknik pemasaran yang memanfaatkan platform digital dalam jaringan internet.

Untuk mengaplikasikan strategi pemasaran ini, setidaknya Anda memerlukan empat tool, antara lain:

  • Website
  • Postingan blog
  • Akun media sosial
  • Email

Tidak sembarang kirim atau unggah, ada teknik atau pola khusus yang diterapkan agar target tercapai secara efektif dan efisien.

Adapun tujuan Digital Marketing tidak berbeda dengan marketing konvensional, yakni meningkatkan kesadaran merek hingga memicu konversi. Namun, penerapannya menyasar konsumen pada tahapan yang mendalam dan spesifik.

Komponen Digital Marketing

Sebuah konsep tentu membutuhkan komponen untuk mencapai sasaran, tidak terkecuali Digital Marketing. Ibaratnya, macam-macam kendaraan yang bisa Anda gunakan untuk mengantar barang menuju lokasi. Apa saja?

Search Engine Marketing (SEM)

Search Engine Marketing merupakan aktivitas promosi website melalui upaya peningkatan visibilitas di Search Engine Results Page (SERPs) seperti Google. Singkatnya, pemilik bisnis memasang iklan di halaman Google atas pencarian kata kunci tertentu. Modal yang dikeluarkan bersifat fleksibel, tergantung seberapa besar target yang ingin Anda raih. Agar lebih mudah memahaminya, kami menjabarkan penerapannya berikut ini.

Paid Search Ads/Paid Search Advertising

Paid Search Advertising merupakan layanan iklan berbayar yang disediakan oleh pemilik platform—dalam hal ini adalah Google. Untuk menggunakan layanan tersebut, Anda harus melakukan registrasi dulu di https://www.google.com/adwords. Selanjutnya, Anda perlu mengeset bujet serta memilih metode yang diinginkan.

  • PPC (Pay-per-Click)/CPC (Cost-per-Click)
    Metode beriklan satu ini paling familier di kalangan pemasar online. Anda akan membayar untuk setiap click. Besaran biaya ditentukan oleh Anda sendiri, baik melalui skema Manual Bidding ataupun Automatic Bidding.
    Pada Manual Bidding, Anda mengalokasikan anggaran tetap dan bersaing dengan para pengiklan lainnya. Sementara itu, Automatic Bidding akan memaksimalkan biaya kampanye berdasarkan anggaran rata-rata harian. Intinya, semakin besar bujet yang Anda keluarkan, semakin besar peluang iklan menempati posisi teratas.
  • CPM (Cost-per-Thousand Impressions)
    Penghitungan CPM berdasarkan 1.000 impresi atau kemunculan iklan. Peluang jumlah impresi juga bergantung pada besarnya biaya yang Anda ajukan. Adapun tujuan CPM yakni meningkatkan brand awareness, alih-alih kuantitas trafik.
  • PPC (Pay-per-Call)/CPC (Cost-per-Call)
    Click pada metode Pay-per-Call akan mengantarkan pengunjung ke laman nomor kontak dari toko atau perusahaan pengiklan. Pembayaran pun mengalir berdasarkan jumlah panggilan telepon yang tercatat.

Social Media Marketing (SMM)

Selain mengandalkan mesin pencari, marketing juga merambah media sosial. Potensi keberhasilannya cukup besar, mengingat pengguna media sosial di Indonesia mencapai sekitar 160 juta orang. Promosi lewat kanal ini juga mampu membidik target sesuai segmentasi yang Anda tetapkan.

Sebagaimana taktik pemasaran digital lainnya, SMM menuntut tahapan yang terencana, mulai dari riset audiens, konten yang atraktif, hingga metrik yang akurat. Sebelum menyusun tahapan tersebut, tentukan dulu platform media sosial mana yang cocok menjadi perantara pesan marketing Anda.

Facebook Ads

Layanan Facebook Ads mengiklankan Fans Page milik brand Anda ke beranda target audiens. Fans Page merupakan halaman yang merepresentasikan suatu brand atau individu, disertai opsi ‘Follow’ atau ‘Like’.

Saat mendaftar layanan Facebook Ads, Anda harus menyelesaikan tiga tahapan. Pertama, memilih model iklan, meliputi Promote Page Post, Get More Page Likes, atau Advance options. Kedua, merancang target audiens, seperti segi umur, pendidikan, hobi, domisili, dan lain-lain. Ketiga, mengatur waktu penayangan serta bujet yang dihitung per klik atau per 1.000 impresi.

Twitter for Business

Twitter for Business merupakan akun Twitter yang diset untuk memperkenalkan profil bisnis. Segala elemen mestinya mampu mewakili brand bersangkutan, mulai dari @namapengguna, foto profil, bio, gambar header, dan tweet sematan.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan penggunaan akun Twitter for Business, seperti live tweet, hashtags, polling, interaksi dengan influencer, hingga Twitter Ads.

Twitter Ads menjadi sarana untuk mengampanyekan iklan menuju sasaran yang relevan. Beberapa opsi penargetan disediakan, meliputi gender, bahasa, minat, kata kunci, geografis, dan masih banyak lagi. Anda juga dapat memilih jenis promosi, apakah berupa tweet, akun, atau video.

Instagram

Dibandingkan platform media sosial lainnya, Instagram menghasilkan engagement rate paling tinggi. Tidak heran, jumlah penggunanya saja menduduki peringkat keempat terbesar di dunia.

Kelola akun Instagram bisnis Anda dengan memanfaatkan semua fitur, mulai dari posting foto secara berkala, caption menarik beserta hashtag yang relevan, hingga story. Tayangkan pula konten ke beranda atau stories target pasar Anda melalui layanan Instagram Ads.

Berhubung Instagram telah bergabung dengan Facebook sejak tahun 2012, layanan iklan pun turut berada di bawah naungan Facebook Ads Manager. Karena itu, Anda harus memiliki Fans Page di Facebook terlebih dahulu, kemudian lakukan registrasi di laman https://www.facebook.com/ads/manage. Ikuti panduan dan pilih kategori iklan.

Email Marketing

Strategi Digital Marketing berikutnya bersifat sangat personal, yakni melalui email atau surat elektronik. Mengapa? Anda tidak bisa mendapatkan alamat email tanpa izin pemilik. Lewat tawaran subscribe atau forum terkait, Anda meminta persetujuan pengguna untuk mendaftarkan emailnya.

Agar email marketing berjalan efektif, perlu upaya personalisasi. Maksudnya, pengiriman pesan berdasarkan tindakan pelanggan sehingga komunikasi terasa lebih personal.

Awali dengan membuat daftar segmentasi, yakni klasifikasi subscriber ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki kriteria spesifik. Misalnya, subscriber baru, preferensi, minat, dan lokasi. Kirimkan pesan sesuai kelompok segmentasi.

Alih-alih menggunakan gaya bahasa yang kaku, susunlah kalimat yang komunikatif sehingga terasa akrab laiknya kawan lama. Kata sapaan bisa membantu. Untuk pesan yang lebih mendalam dan terarah, Anda perlu mengenali buyer persona.

Content Marketing

Content Marketing adalah konten digital yang disusun secara atraktif dan relevan, dengan tujuan mengonversi audiens menjadi konsumen. Bentuknya bisa berupa artikel, foto, infografis, hingga video. Didistribusikan melalui beragam kanal sesuai kebutuhan, seperti website, blog, email, dan media sosial.

Konten berkualitas akan meningkatkan brand awareness, mendatangkan trafik, hingga mencapai konversi. Konten artikel khususnya memiliki hubungan timbal balik dengan SEO; keberadaannya menjadi bagian dari strategi SEO, namun penyusunannya juga membutuhkan teknik SEO agar visibel bagi algoritma mesin pencari.

Sementara itu, manfaat Content Marketing bagi media sosial yakni mendapatkan, meningkatkan, dan mempertahankan follower secara organik.

Teknik marketing ini juga dapat bertahan lama asalkan masih relevan, apalagi jika dibandingkan dengan metode iklan yang berbatas waktu.

Search Engine Optimization (SEO)

Kami menekankan betapa pentingnya SEO untuk kredibilitas website. SEO adalah upaya optimasi website, dengan target menempati halaman pertama Google. Jika target terpenuhi, situs web Anda akan lebih mudah ditemukan. Dampaknya adalah peningkatan trafik, kesadaran merek, hingga konversi visitor menjadi pelanggan.

Praktiknya, teknik SEO terbagi menjadi dua metode yang saling melengkapi.

On Page SEO

Metode ini berfokus mengembangkan segala hal yang berhubungan dengan halaman website. Dimulai dari URL singkat dan representatif untuk situs web sampai tiap halaman kontennya. Kemudian, konten harus berbobot dan memuat kata kunci terkait. Penempatan kata kunci juga tidak sembarangan, melainkan tersebar secara merata dalam badan artikel serta mencapai jumlah persentase yang dianggap efisien.

Masih ada pula aturan internal link dan external link. Tak kalah penting, sisipkan konten multimedia seperti gambar, grafik, ataupun video, agar lebih menarik di mata pengunjung.

Off Page SEO

Teknik Off Page SEO mengoptimasi faktor-faktor yang berada di luar halaman konten untuk meningkatkan popularitas website. Cara tersebut membuat algoritma mesin pencari menandai otoritas website sehingga menambah tingkat visibilitas.

Taktik paling umum yang diterapkan adalah melakukan link building, yakni membangun tautan-tautan yang dinavigasikan ke situs web Anda. Tidak harus banyak, yang penting berkualitas. Indikator kualitas tautan sendiri bermacam-macam, mulai dari relevansi konteks dengan konten, sampai karakter tautan yang natural alih-alih javascript.

Keuntungan Digital Marketing

Apa saja keuntungan pemasaran berbasis digital? Beberapa sudah kami singgung sebelumnya. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Bujet Terjangkau

Biaya untuk mengiklankan produk/jasa di Google, Facebook, maupun Instagram Ads, relatif terjangkau; kebanyakan orang bisa mengalokasikan dananya. Dibanding biaya iklan di media televisi ataupun media cetak, perbedaannya sangat signifikan.

Parameter Jelas dan Akurat

Strategi konvensional membuat Anda mengira-ngira seberapa efektif iklan yang sudah dipublikasikan. Sebaliknya, Digital Marketing berbicara data faktual; Anda dapat mengukur semua aspek secara akurat dan real time.

Berapa jumlah orang yang mengunjungi halaman website dalam rentang waktu tertentu? Berapa banyak halaman yang dikunjungi? Pertanyaan-pertanyaan ini bisa terjawab dengan mengukurnya menggunakan software khusus.

Hasilnya akan memudahkan Anda dalam mengidentifikasi kekurangan dan apa saja yang perlu diperbaiki.

Cepat dan Fleksibel dalam Melakukan Improvisasi

Berhubung progres bisa diketahui secara real time, Anda bisa langsung menganalisis kekurangan dan solusinya. Improvisasi strategi pun dapat dilakukan dengan cepat dan fleksibel, hingga mencapai titik yang mendekati sempurna.

Kesimpulan

Digital Marketing terdiri dari lima komponen dasar, antara lain SEM, SMM, SEO, Email, dan Content Marketing. Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri dan saling melengkapi. Dengan memperhatikan skala prioritas, aplikasikan semua komponen ke dalam bisnis Anda.

Jika merasa kelimpungan menangani strategi Digital Marketing, Anda bisa meminta bantuan profesional. Jasa pemasaran digital seperti BullRank siap memasarkan bisnis Anda dengan strategi yang efisien dan up-to-date.

Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Baca Artikel Terkait

Siap Roketkan bisnismu?

Kuantitas dan kualitas trafik akan melonjak tajam. Pada akhirnya, kamu berpotensi meraih lebih banyak revenue (pendapatan) dan publisitas.

Contact

Subscribe