Mengenal Website Quality Audit, Solusi Tepat untuk Optimasi Situs Anda

Desain situs web sudah apik, tetapi trafik masih minim dan tak muncul di laman pertama Google? Website quality audit akan membantu Anda menemukan penyebab dan solusinya.
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Bagi Anda yang memiliki situs web maupun blog dan mengelolanya secara profesional untuk kepentingan bisnis, trafik pengunjung adalah salah satu hal yang tentu diperhatikan. Pasalnya, jumlah pengunjung adalah indikator seberapa sukses Anda menarik perhatian orang untuk mencari tahu produk apa yang Anda tawarkan, bukan?

Oleh karena itu, bila jumlah pengunjung relatif sedikit—padahal Anda sudah mendesain situs sedemikian hingga—tentu akan menimbulkan pertanyaan tersendiri. Selain itu, beberapa pertanyaan lain seperti tingginya bounce rate, kecilnya konversi saat trafik besar, hingga minimnya pengisian form walau sudah dipasang pada titik strategis juga mungkin sedang Anda alami.

Beberapa pertanyaan serta permasalahan tersebut mengarah ke satu hal: Anda perlu melakukan pengelolaan SEO situs web secara lebih maksimal. SEO sendiri dapat didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk meningkatkan visibilitas situs web sehingga dapat muncul pada halaman terdepan mesin pencari seperti Google. Adapun dalam rangka mengelola SEO, Anda membutuhkan tool khusus: website quality audit.

Apa Itu Website Quality Audit?

Memahami Cara Kerja Google dalam Menampilkan Informasi

Sebelum mengenal lebih jauh tentang website quality audit, ada baiknya Anda memahami dahulu ilustrasi berikut.

Seorang pengguna internet berniat melakukan pencarian informasi mengenai budidaya jamur pada Google. Begitu mengetikkan kata kunci pada kolom pencarian dan menekan enter, maka Google akan menampilkan beberapa situs relevan.

Guna menampilkan secara berurutan situs yang paling relevan (muncul di halaman pertama, kedua, dan seterusnya), Google mengirim trafik pada situs yang dinilai berkualitas tinggi. Adapun yang dimaksud dengan situs berkualitas adalah:

  • Situs web yang terkode dan terstruktur sesuai yang tertuang pada webmaster guideline Google seperti berikut.
    • Konten situs web harus memberi informasi yang dibutuhkan oleh pencari atau pengguna. Dalam hal ini, Anda sebagai pemilik situs harus menyediakan konten berkualitas tinggi terutama pada Makin berguna dan bermanfaat isi konten yang diberikan, maka akan makin menarik pengunjung serta para webmasters untuk terhubung ke situs Anda.
      Adapun dalam membuat situs web yang bermanfaat dan berkualitas seperti ini diperlukan trik khusus. Tulis halaman konten yang menjelaskan topik dengan jelas dan akurat. Perhatikan pula diksi (pemilihan kata) sesuai dengan keyword yang banyak digunakan oleh para pencari informasi berdasarkan topik konten tersebut.
    • Buat situs yang menarik situs lain terkoneksi dengan situs web tersebut. Tautan (link) akan membantu crawlers menemukan situs Anda sehingga meningkatkan tingkat visibility situs web pada hasil pencarian.
      Walau begitu, Google tetap memiliki algoritma yang dapat membedakan tautan yang natural dan tidak. Tautan natural berkembang dengan sendirinya dan merupakan hasil dari banyaknya pengunjung yang berkunjung ke situs web Anda karena merasa konten yang diberikan bermanfaat. Sebaliknya, tautan yang tidak natural sengaja diletakkan hanya untuk membuat situs web menjadi populer di mata mesin pencari. Tentu saja, hanya tautan natural yang akan bermanfaat untuk meningkatkan indeks dan peringkat situs Anda.
    • Buatlah situs web Anda mudah diakses. Caranya dengan membangun struktur tautan yang logis. Setiap halaman harus dapat dijangkau paling tidak dari satu tautan teks statis. Anda bisa menggunakan text browser seperti Lynx untuk mengetesnya.
    • Hindari memenuhi halaman situs Anda dengan berbagai kata kunci sekaligus maupun membuat situs yang bersifat crawler only. Jika situs Anda justru memuat (banyak) halaman, tautan, atau teks (konten) yang tidak benar-benar dimaksudkan untuk memberi informasi sesungguhnya pada pengunjung, maka Google akan menganggap situs Anda tidak dapat dipercaya dan justru mengabaikannya.
    • Jangan menggunakan gambar untuk menampilkan informasi penting yang akan ditunjukkan seperti nama, tautan, atau kontennya sendiri. Crawlers tidak mengenali teks yang ada dalam sebuah gambar. Gunakan atribut ATL jika konten utama dan keyword situs Anda tidak dapat dibuat dalam format HTML reguler.
  • Situs yang populer, yakni situs yang paling banyak disebutkan atau terhubung dengan berbagai situs lainnya (seperti yang telah dijelaskan pada bagian webmaster guideline di atas).
  • Situs yang membuat Google merasa ‘senang’ karena dapat menampilkan situs relevan tersebut kepada pengguna. Bagaimana maksudnya?
    Google bukanlah satu-satunya mesin pencari meski kini menjadi yang terbesar. Agar mengukuhkan posisinya, loyalitas pengguna adalah kuncinya. Adapun loyalitas pengguna sangat didasari oleh kepuasannya. Makin sering pengguna mendapatkan informasi relevan yang dibutuhkan secara mudah, maka makin loyal pula pengguna tersebut memakai jasa Google. 

Dengan demikian, situs yang tidak cukup terstruktur sesuai webmaster guideline, tidak populer, dan tidak memberi konten apik serta relevan memiliki potensi sangat kecil untuk muncul di laman pertama Google. Makin jauh sebuah situs dari laman pertama mesin pencarian, makin kecil pula kesempatan untuk dikunjungi, bukan?

Mengenal Website Quality Audit

Untuk mengatasi permasalahan di atas, website quality audit adalah salah satu solusi terbaiknya. Seperti namanya, website quality audit merupakan serangkaian pemeriksaan menyeluruh dan sistematis sebuah situs web.

Website quality audit membandingkan kondisi situs web Anda saat ini dengan kondisi idealnya. Dengan kata lain, website quality audit membantu menemukan bagian mana dari situs Anda yang dinilai berkualitas rendah (baik oleh pengguna maupun mesin pencari) sekaligus langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaikinya.

Siapa yang Membutuhkan Website Quality Audit?

Apakah setiap pemilik situs web membutuhkan website quality audit? Tentu tidak.

Website quality audit hanya diperlukan bagi mereka pemilik serta pengelola situs web yang butuh agar informasi pada situs webnya dapat diakses oleh (lebih) banyak orang. Sebagian besar memang merupakan pihak yang menggunakan situs web sebagai sarana untuk mendapat profit seperti pemilik toko online, blogger profesional, dan sebagainya.

Namun, beberapa pihak lain yang murni menggunakan situsnya sebagai media berbagi semata juga sangat mungkin menggunakan website quality audit. Tak terkecuali pula bagi pemilik situs web yang sudah cukup populer, tetapi ingin tetap menjaga keberlangsungan popularitas tersebut menggunakan website quality audit.

Seberapa Penting Website Quality Audit Diperlukan?

Seberapa penting website quality audit diperlukan sangat tergantung dari kondisi serta tujuan pemilik situs web. Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, jika Anda tidak terlalu peduli apakah situs banyak dikunjungi atau tidak, maka website quality audit bukanlah sebuah kebutuhan.

Namun jika sebaliknya, maka penggunaan website quality audit terbilang cukup krusial bagi Anda. Setidaknya, berikut dua alasan utama pendukungnya.

  • Website quality audit membantu Anda menilai dan mengetahui seberapa kuat online presence situs web yang dimiliki. Online presence pun merupakan refleksi seberapa kuat situs web bersaing dengan jutaan situs lainnya sehingga dapat terlihat oleh audiens sasaran Anda. Tentunya, makin tinggi online presence, maka makin tinggi pula konversi yang diperoleh.
  • Website quality audit membantu Anda menemukan kekurangan pada situs web. Anda tak perlu lagi bertanya-tanya bagian mana yang kurang maksimal sehingga perbaikan yang dilakukan pun lebih efektif maupun efisien.

Pada dasarnya, situs web yang berkualitas rendah (konten tidak memberi informasi yang dibutuhkan pencari, struktur kurang terorganisasi, dan sedikit tautan yang terhubung) akan membuat Google hilang kepercayaan terhadap situs tersebut. Kalau sudah begitu, maka Google tidak akan menjadikan situs web tersebut sebagai referensi utama yang akan ditampilkan ketika orang mencari info relevan. Akibatnya, indeks dan peringkat situs web pun akan terus menurun.

Di sinilah website quality audit berperan dengan melakukan penilaian terhadap kualitas situs web. Adapun metode yang digunakan untuk memberi assessment tersebut adalah dengan melihat berbagai data masukan (termasuk inbound link, kedalaman konten, judul, keyword ranking, dan sebagainya). Setelah mengetahui bagian mana saja yang menjadi celah, maka perbaikan pun dapat dilakukan.

Bagaimana Cara Kerja Website Quality Audit?

Website quality audit akan mengumpulkan dan membedah seluruh URL pada situs web Anda dan mencocokkannya dengan sumber data SEO yang vital. Metode ini menentukan nilai dan kualitas dari setiap halaman situs web Anda sekaligus pendekatan optimasi SEO yang harus dilakukan.

Adapun secara garis besar langkah-langkah yang dilakukan oleh website quality audit adalah sebagai berikut.

  • Mengumpulkan seluruh crawl dari setiap halaman situs web.
  • Melakukan crosswalk setiap halaman situs web dengan data SEO.
  • Melakukan analisis performansi setiap halaman situs web dalam kaitannya dengan kualitas.
  • Melakukan analisis nilai setiap halaman situs web baik untuk sudut pandang mesin pencari maupun pengguna.
  • Membantu Anda menentukan langkah yang harus dilakukan pada setiap halaman situs web.

Mengumpulkan Seluruh Masukan Data

Ketika melakukan analisis kualitas situs web, website quality audit akan menyesuaikan dengan data SEO dari berbagai sumber. Pengumpulan data ini sebenarnya dapat dilakukan dari berbagai cara, seperti menggunakan tool SEO yang sudah ada di pasaran.

Namun, website quality audit mempunyai caranya sendiri. Pengumpulan data yang dilakukan bersumber pada XML Sitemaps, Screaming Frog site crawl, SEMRush, Google Analytics, dan Ahrefs Dofollow.

  • XML Sitemap
    XML Sitemap merupakan daftar halaman di situs web yang dapat digunakan oleh pemilik situs web untuk memberi tahu mesin pencari tentang seluruh halaman yang ada di dalam situs tersebut. Tool ini juga memungkinkan mesin pencari mengetahui tautan mana yang lebih penting dalam sebuah situs serta seberapa sering Anda melakukan pembaharuan situs.
    Namun yang perlu diperhatikan, tujuan utama penggunaan XML Sitemap bukanlah untuk meningkatkan peringkat situs, melainkan untuk mempermudah mesin pencari menjelajahi situs. Jika ada beberapa halaman dalam situs yang tidak diindeks, maka XML Sitemap akan membantu mesin pencari untuk mengenali halaman tersebut sehingga dapat diindeks dengan benar.
    Siapa saja bisa memanfaatkan XML Sitemap. Adapun tool ini akan sangat terasa manfaatnya bagi pemilik situs maupun blog yang baru yang masih belum mempunyai banyak tautan.
  • Screaming Frog site crawl
    Screaming Frog merupakan aplikasi desktop yang akan menjelajahi gambar, tautan, CSS, dan lain-lain pada situs web Anda menggunakan sudut pandang SEO. Dalam kata lain, Screaming Frog akan menginformasikan kepada Anda apa saja yang search spider lihat saat menjelajahi situs web, mulai dari judul, meta deskripsi, heading, jumlah kata, kode status URL, elemen tautan resmi, hingga arahan nonindeks.
  • SEMRush
    SEMRush adalah sebuah tool yang memungkinkan dan mempermudah Anda dalam mengecek peringkat keyword seluruh halaman yang ada pada situs web Anda. Website quality audit menggunakan SEMRush untuk melihat top keyword pada situs web—berikut peringkat dan volumenya.
    SEMRush sendiri sudah banyak dimanfaatkan oleh pakar SEO dan terbukti sebagai tool yang sangat powerful. Tak cuma untuk melakukan pengecekan optimasi SEO pada situs Anda sendiri, SEMRush juga dapat memantau optimasi SEO kompetitor.
  • Google Analytics
    Google Analytics merupakan tool wajib bagi setiap pemilik situs web yang ingin melakukan pengecekan terhadap trafik serta performa situsnya. Tujuannya tentu saja untuk melakukan evaluasi kualitas situs web.
    Website quality audit menggunakan Google Analytics untuk mengetahui berbagai data pendukung terkait trafiks berikut performa situs, seperti organic sessions selama 12 bulan terakhir, organic sales selama 12 bulan terakhir (khusus untuk situs e-commerce atau toko online), konversi profit selama 12 bulan terakhir (khusus untuk situs e-commerce atau toko online), dan level goal conversion selama 12 bulan terakhir. Selain itu, Google Analytics juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penurunan trafik selama beberapa waktu terakhir.
  • Ahrefs
    Ahref merupakan tool SEO lainnya yang digunakan untuk para profesional dan pakar SEO (terutama untuk kepentingan digital marketing) untuk menyiapkan berbagai laporan seperti laporan audit, peringkat URL, analisis backlink, analisis kompetitif, dan lain-lain.
    Seperti yang telah diketahui, tautan merupakan salah satu tool terpenting dalam algoritma pencarian yang dilakukan oleh Google dan mesin pencarian lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seberapa banyak tautan yang terhubung dengan situs Anda di setiap halamannya.
    Ahref dipilih karena kemampuannya sebagai perangkat lunak spy backlink dengan database paling lengkap serta update paling cepat. Dengan tool ini, Anda dapat mengetahui tautan apa atau milik siapa saja yang terhubung dengan situs Anda.
  • Google Search Console Data
    Tool ini sebelumnya dikenal dengan nama Google Webmaster Tools. Seperti namanya, tool ini pun merupakan salah satu tool yang powerful untuk dimanfaatkan para pemilik situs web dalam melakukan optimasi SEO.
    Google Search Console Data memonitor kinerja situs Anda di ranah organik Google dan memberi informasi domain mana saja yang memberi tautan ke situs Anda. Selain itu, Google Search Data juga menampilkan informasi mengenai kinerja situs web Anda pada perangkat mobile serta analisis halaman situs mana saja yang mempunyai trafik paling tinggi.
    Adapun dalam hal ini, website quality audit akan berfokus pada tiga kinerja utama: impresi pada SERPS dalam satu tahun terakhir, jumlah klik melalui Google selama satu tahun terakhir, dan SERP Click Through Rate selama satu tahun terakhir.

Melakukan Crosswalking Data

  • Pengertian Crosswalking Data
    Setelah seluruh data terkumpul, website quality audit akan melakukan crosswalking data. Apa yang dimaksud dengan crosswalking data?
    Crosswalking dapat diartikan sebagai salah satu cara atau pendekatan untuk melakukan penerjemahan, perbandingan, atau perpindahan antara standar metadata satu dan lainnya. Metadata sendiri merupakan bentuk sebuah informasi yang telah terstruktur sehingga membuat informasi tersebut mudah untuk dipahami, digunakan, atau dikelola oleh pihak yang membutuhkan.
    Untuk lebih mudah memahami tentang crosswalking, perhatikan ilustrasi berikut.
    Website quality audit telah melakukan berbagai analisis melalui beberapa tool yang sudah dijelaskan sebelumnya. Analisis tersebut pun menghasilkan beberapa data seperti halaman mana saja yang kurang berkualitas, berapa banyak tautan yang terhubung dengan situs web, keyword apa saja yang tidak maksimal, dan sebagainya. Namun, data-data tersebut tentu masih bersifat acak dan tidak terstruktur sehingga sulit untuk dipahami, bukan?
    Oleh karena itu, website quality audit pun mengumpulkan informasi tersebut dan menyajikannya dalam sebuah format khusus. Data hasil analisis dan pencarian pun akan lebih terstruktur sehingga Anda dapat memahami dengan lebih mudah tentang kualitas situs web serta langkah apa saja yang perlu diambil.
  • Crosswalking Data pada Google Sheets
    Adapun dalam penerapannya, website quality audit melakukan crosswalking data menggunakan Google Sheets. Tentu crosswalking data dapat dibuat dalam sebuah server khusus dengan user interface yang apik, tetapi ada alasan mengapa justru Google Sheets yang dipilih.
    Setidaknya, berikut tiga alasan mengapa website quality audit menggunakan Google Sheets sebagai platform untuk melakukan crosswalking.
    • Format lebih familier
      Sekitar 99% hasil dari aktivitas yang dilakukan oleh pakar maupun pelaku profesional SEO berujung dalam bentuk Excel atau Google Sheets. Keluaran Google Sheets pun merupakan pra-format yang akan diberikan ke klien untuk dilakukan review.
    • Terhubung dengan API
      Google Sheets dapat terhubung dengan API sehingga pengelolaan data pun jadi lebih praktis. Jika dibutuhkan perombakan sebuah tool pun dapat diselesaikan dalam hitungan jam saja, bukan bulan.
    • Membutuhkan input format CSV
      Tool yang digunakan oleh website quality audit membutuhkan data masukan dalam format CSV, baik dariScreaming Frog, SEMRush, dan Ahref.

Hasil Keluaran Website Quality Audit

Lantas, apa saja keluaran (output) yang dihasilkan dari keseluruhan proses oleh website quality audit?

  • Kumpulan data penting dan bernilai untuk situs web. Anda pun dapat lebih mudah untuk melakukan perbaikan tanpa harus melakukan sendiri pencarian melalui ratusan laporan untuk setiap komponen penilaian SEO.
  • Klasifikasi page level. Anda dapat lebih mudah memahami jenis dan bagiann setiap halaman—mana yang sudah berkualitas dan mana yang perlu ditingkatkan.
  • Tindakan untuk setiap page level. Anda lebih terbantu dalam menentukan langkah yang perlu diambil untuk memperbaiki kondisi situs web sehingga meningkatkan kepercayaan Google serta peringkat dan indeksnya.
  • Gambaran umum untuk meningkatkan optimasi SEO. Pada akhirnya, website quality audit membantu Anda untuk memaksimalkan potensi SEO situs web sehingga mencapai profit atau tujuan pembangunan situs web tersebut secara keseluruhan.

Mulai Menggunakan Website Quality Audit

Menggunakan layanan website quality audit cukup mudah. Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang telah disediakan dengan user interface yang friendly.

Cukup melalui beberapa klik pada menu serta mengisi kolom yang tersedia, tools akan bekerja dengan otomatis sesuai fungsinya masing-masing. Selain itu, ada pula video tutorial serta operator yang akan membantu Anda bila menemukan kesulitan.

Setelah seluruh tools bekerja, Anda akan memperoleh data hasil audit. Untuk mempermudah analisis, perlu dilakukan pendefinisian category type.

  • Menambahkan ‘tag’ pada tipe halaman akan mempermudah segmentasi situs dan memprioritaskan halaman atau keyword tertentu untuk dianalisis.
  • Membandingkan secara apple to apple berarti membandingkan jenis situs satu dengan lainnya yang sepadan. Sebuah situs e-commerce tentu tidak semestinya dibandingkan dengan sebuah blog mengingat jenis, tipe halaman, serta tujuan dari kedua situs tersebut berbeda.
  • Website quality audit secara default telah menyediakan delapan jenis page type, tetapi Anda bisa menambahkan lagi sesuai kebutuhan.

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa jenis tag dan detailnya.

  • Product Page
    Seperti namanya, tag ini hanya berlaku untuk situs web jenis e-commerce atau toko online.  Product Page adalah halaman tempat Anda menampilkan produk yang ditawarkan berisi harga, informasi produk, cart, dan sebagainya.
  • Product Category
    Tag ini juga hanya berlaku untuk situs web jenis e-commerce atau toko online. Product Category adalah halaman tempat Anda melakukan mendaftarkan (listing) produk apa saja yang ditawarkan berdasarkan tipe produk. Seperti contoh, sebuah situs web yang menjual sepatu bisa membagi Product Category menjadi beberapa bagian sesuai mereknya, antara lain Reebok, Puma, Nike, Adidas, dan lain sebagainya. Nantinya, setiap laman tersebut pun hanya menampilkan produk yang relevan sesuai mereknya.
  • Local Lander
    Tag ini hanya berlaku bagi situs web lokal. Local Lender merupakan halaman khusus untuk sebuah lokasi tertentu. Jika bisnis yang Anda miliki tersebar di beberapa lokasi, maka setiap lokasi atau cabang tersebut perlu mempunyai landing page-nya masing-masing. Namun jika hanya ada satu lokasi saja, maka Local Lander cukup diaplikasikan pada home page.
  • Lead Generation
    Tag ini berlaku untuk sebuah situs yang secara spesifik diarahkan menuju pencarian tertentu. Seperti contoh, Anda merupakan seorang freelancer yang menawarkan jasa penulisan artikel. Dengan demikian, situs Anda dapat muncul saat seseorang melakukan pencarian terkait keyword terkait seperti jasa penulisan artikel, penulis freelance, dan sebagainya.
  • Blog Post
    Sesuai namanya, tag ini berlaku untuk blog posts, tetapi tidak harus situs blog saja. Tag ini juga berlaku untuk situs yang menampilkan unggahan berupa blog post seperti artikel, berita, dan sebagainya.
  • Blog Category
    Tag ini ditujukan untuk kategori pada blog post. Blog Category biasanya digunakan pada situs-situs yang lebih besar dan memublikasikan banyak konten untuk mempermudah pengorganisasian setiap post tersebut.
  • Resource / Guide
    Tag ini tidak jauh berbeda dengan Blog Post. Walau begitu, Resource/Guide akan bekerja lebih ‘dalam’. Alih-alih terhubung dengan blog, Resource/Guide justru merupakan halaman yang berdiri sendiri (atau lebih sering disebut dengan istilah stand alone).
  • Site Info
    Pengaplikasian tag ini terbilang cukup luas. Pada dasarnya, Site Info dibutuhkan untuk membangun sebuah full site tetapi dengan nilai SEO yang kecil, seperti minimnya potensi trafik). Site Info dapat mencakup beberapa elemen seperti Pages, Terms and Services, Cart Pages, Shipping, Contact Page, FAQ, dan lain sebagainya.

Selain pendefinisian terhadap tag, hal lain yang perlu dilakukan adalah pendefinisian URL actions. Langkah ini bertujuan untuk menentukan langkah yang perlu dilakukan untuk setiap halaman situs sesuai penilaian yang telah dilakukan oleh berbagai tools.

Adapun perintah dari URL actions antara lain menentukan halaman mana yang perlu dibersihkan (redirect, nonindex, dan sebagainya), halaman mana yang tidak memiliki potensi pertumbuhan trafik dan diabaikan, dan halaman mana yang perlu difokuskan untuk campaign.

Berikut adalah beberapa URL actions dan detailnya.

  • Leave As Is
    Action Leave As Is berarti tidak perlu ada aksi apa pun yang perlu dilakukan pada halaman situs. Anda dapat menggunakan action ini untuk melakukan menandai halaman mana yang telah cukup berkualitas atau halaman mana yang sebaiknya diabaikan karena tidak memberi kontribusi yang relevan pada situs Anda.
  • Update ‘On Page’
    Anda bisa menggunakan action ini untuk melakukan peninjauan ulang alias review pada beberapa elemen konten seperti keyword (kata kunci), judul, dan meta deskripsi. Update ‘On Page’ juga dapat digunakan untuk tag Blog Post maupun Resource/Guide yang sudah cukup usang dan ingin dilakukan pembaharuan sesuai informasi terkini yang lebih relevan.
  • Target with Links
    Jika seluruh laman situs web sudah sesuai tetapi tidak memiliki peringkat yang tinggi, maka solusi terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melakukan menghubungkan dengan tautan lain. Gunakan action ini sebagai penanda untuk menambahkan tautan pada halaman tertentu. Untuk lebih optimal, Anda juga bisa sekaligus menambahkan action Update ‘On Page’.
  • 301 Redirect
    Action 301 Redirect bisa Anda gunakan untuk laman yang tidak memberikan nilai atau kontribusi relevan pada situs, baik bagi mesin pencari maupun pencari informasi. 301 Redirect akan membantu Anda untuk mengalihkan laman tersebut ke laman lain yang lebih relevan.
  • Canonicalize
    Jika Anda mempunyai beberapa halaman situs yang mirip dan membahas topik yang sama tetapi tetap membutuhkan semua halaman tersebut untuk ada di dalam situs, maka gunakan action ini. Canonicalize membantu Anda untuk menentukan halaman mana yang ingin lebih ditingkatkan peringkatnya.
  • Block Crawl
    Block Crawl tepat digunakan jika Anda memiliki beberapa halaman yang tidak memberikan nilai apa pun bagi mesin pencari (tetapi bernilai bagi pencari informasi atau pengunjung). Anda perlu melakukan pemblokiran bagian tersebut dari potensi untuk dijelajahi oleh mesin pencari. Solusi ini akan bekerja dengan maksimal saat beberapa halaman dikelompokkan sekaligus melalui struktur URL (seperti dibuat dalam archives).
  • No Index
    No Index dapat dimanfaatkan apabila Anda ingin Google berhenti melakukan proses indexing halaman yang memiliki kualitas rendah. Jika Blocking Crawl digunakan untuk mengelompokkan beberapa halaman sekaligus, maka No Index bersifat stand alone.
  • Delete (404)
    Seperti namanya, action ini digunakan untuk menghapus laman tertentu. Adapun laman yang sebaiknya dihapus adalah laman yang tidak lagi memberi benefit maupun nilai bagi situs web (termasuk tidak ada trafik, keyword tidak lagi relevan, dan tidak ada tautan yang terhubung).
  • Update Content
    Action Update Content tepat dimanfaatkan untuk membarui konten halaman tersebut. Umumnya, pembaruan ini dilakukan jika halaman tersebut telah memiliki keyword yang relevan tetapi jumlah katanya terlalu sedikit (kurang dari 500 kata).

Setelah seluruh rangkaian di atas terlaksana, maka langkah website quality audit selanjutnya adalah mempersiapkan campaign untuk meningkatkan kualitas situs web. Perencanaan ini dibuat dengan detail, mulai dari langkah yang perlu disiapkan, timeline pengerjaan, laporan kemajuan setiap tahapan, dan sebagainya. Pengerjaan ini idealnya membutuhkan PM (project manager) untuk memastikan perencanaan berjalan dengan baik dan tepat.

Pada dasarnya, website quality audit merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk melihat kualitas sebuah web menggunakan beberapa tools optimasi SEO pendukung. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan mesin pencari terhadap situs yang dimiliki sehingga meningkatkan online presence.

Website quality audit bekerja dengan membandingkan kondisi terkini sebuah situs web dengan kondisi idealnya sesuai standar yang diterapkan oleh mesin pencari. Beberapa indikator yang dinilai, antara lain keyword ranking, jumlah tautan yang terhubung, kedalaman konten, dan sebagainya. Adapun data hasil website quality audit nantinya dianalisis melalui metode crosswalking data untuk mempermudah pengintegrasian dengan API serta menyesuaikan dengan format umum SEO analytics.

Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Baca Artikel Terkait

Siap Roketkan bisnismu?

Kuantitas dan kualitas trafik akan melonjak tajam. Pada akhirnya, kamu berpotensi meraih lebih banyak revenue (pendapatan) dan publisitas.

Contact

Subscribe