Mengenal SEO On Page: Kegunaan, Strategi, dan Komponen Utama

Butuh solusi untuk meningkatkan peringkat website Anda di Google? Pelajari SEO On Page dan optimalkan tiap komponennya. Simak pembahasannya di artikel ini!
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Sudah berapa lama konten website Anda berada di peringkat terbelakang Google? Kondisi tersebut berbanding lurus dengan minimnya trafik organik. Selama keadaan masih stagnan, blog bersangkutan akan melewatkan banyak peluang monetisasi. Begitu pula bagi Anda yang bertujuan membangun website untuk kepentingan bisnis; brand awareness akan sulit diraih.

Memang, Anda bisa memanfaatkan Pay per Click (PPC) untuk menjangkau target audiens. Namun, PPC hanya satu dari sekian banyak strategi digital marketing yang sifatnya saling melengkapi. Selain memasang iklan, Anda juga perlu menginvestasikan waktu untuk mengoptimasi website guna meningkatkan visibilitas pada Search Engine Result Pages (SERPs).

Search Engine Optimization (SEO) menjadi solusi bagi Anda yang hendak melesatkan peringkat website ke halaman pertama Google. Strategi tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni SEO On Page dan SEO Off Page. SEO On Page lebih rumit dan membutuhkan waktu lama, tetapi hasilnya signifikan dan efisien.

Apa Itu SEO On Page?

Definisi SEO adalah upaya mengoptimasi website untuk meningkatkan peringkat di mesin pencari atas pencarian kata kunci tertentu. Sementara itu, On Page mengarah kepada semua elemen yang dimiliki oleh suatu situs web. Maka, SEO On Page diartikan sebagai improvisasi kualitas internal website.

Berlawanan dengan On Page, Off Page menyusun bagian eksternal. Faktor-faktor yang berada di luar halaman konten menjadi fokus utama, link building misalnya.

Mengapa Perlu Mengoptimasi On Page?

On Page memengaruhi penilaian mesin pencari dan minat pengunjung. Jika dirancang secara optimal, algoritma Google akan menandainya sebagai konten berkualitas dan relevan dengan pencarian kata kunci tertentu. Apabila dua poin tersebut tidak terpenuhi, website Anda akan mendapat peringkat rendah atau bahkan terkena penalti.

Konten berkualitas, visual menarik, navigasi yang mudah, serta kecepatan muatan, juga membuat pengunjung betah mengeksplorasi website. Hal ini penting untuk meminimalisasi bounce rate (persentase pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman website dan langsung menutupnya). Jika bounce rate tinggi, algoritma Google akan mendeteksinya hingga berujung pada penurunan peringkat.

Tanpa SEO On Page, mustahil website Anda memiliki reputasi baik di mata pengunjung maupun mesin pencari. Strategi SEO Off Page pun baru bisa dijalankan secara efektif setelah On Page dioptimalisasi.

Strategi Utama Optimasi On Page

Secara garis besar, SEO On Page terdiri dari tiga strategi utama, antara lain:

1. Konten

Konten menempati posisi utama dari eksistensi sebuah website. Nyatanya, menulis konten bukanlah perkara sembarangan. Apabila informasi tidak berbobot ataupun hasil duplikasi, Google akan memberikan penalti. Sebaliknya, Google mengapresiasi website yang memublikasikan konten orisinal. Di sisi lain, artikel berbobot membuat pengunjung terkesan sehingga menambah popularitas ataupun jumlah share.

Pertanyaannya, seperti apa ciri-ciri konten berkualitas?

  • Menghadirkan solusi bagi topik permasalahan
  • Pengunjung membacanya dalam waktu lama
  • Lebih impresif dibandingkan konten sejenis lainnya
  • Tingkat keterbacaan baik/tampilan teks tidak memberatkan mata
  • Selalu diingat, sehingga dikunjungi berulang kali oleh pembaca yang sama

Untuk mencapai tahapan di atas, tentu perlu keterampilan serta strategi penulisan konten. Tidak ada ruginya menginvestasikan waktu untuk membuat artikel-artikel berkualitas. Kalau perlu, manfaatkan jasa content writer atau content marketer.

2. Keyword

Keyword/kata kunci adalah satu atau rangkaian kata yang ditelusuri lewat mesin pencari, dengan tujuan memperoleh halaman berisi informasi tertentu. Google merekam tiap penelusuran keyword sehingga menjadi bahan rujukan pemilik website.

Sebelum menargetkan kata kunci tertentu pada On Page, pengguna sebaiknya melakukan riset melalui Tools Keyword. Parameter keyword yang tepat bukan berdasarkan tinggi/rendahnya volume pencarian, melainkan spesifik dan berupa long tail. Selain itu, dibutuhkan analisis yang akurat dalam menentukan keyword yang potensial meningkatkan konversi.

Hal penting selanjutnya adalah menempatkan kata kunci tersebut ke komponen-komponen On Page yang paling potensial, antara lain:

  • Judul artikel
  • Title
  • URL
  • Meta Description
  • Judul gambar
  • Inbound Link
  • Bodi konten (mengikuti aturan penempatan dan jumlah penyebutan)

3. Teknis Website

Bukan hanya isi website yang perlu dioptimalisasi, tetapi juga aspek teknis. Apa saja?

  • URL
    Uniform Resource Locator (URL) adalah karakter (huruf/angka/simbol) yang disusun untuk mengidentifikasi lokasi konten di internet. URL yang bagus semestinya singkat, relevan dengan topik konten, serta memuat kata kunci utama. Hal ini membantu mesin pencari untuk mengindeks website bersangkutan.
  • Robots.txt
    Robots.txt merupakan kode berbentuk teks yang berfungsi membuka/membatasi akses halaman website, dengan cara memberikan instruksi pada bot mesin pencari. Tujuannya yakni memandu pengunjung untuk menemukan informasi secara cepat dan efisien.
    Robots.txt menunjang kinerja SEO On Page. Salah satu plugin robots.txt yang kerap digunakan yakni YOAST SEO.
  • Kecepatan
    Faktanya, loading website berperan penting dalam hal bounce rate dan tingkat konversi. Pengunjung cenderung meninggalkan halaman website yang membutuhkan loading lebih dari 3 detik. Sementara itu, tiap satu detik yang tertunda akan menurunkan peluang konversi hingga 7%. Sebelumnya, tahun 2010, Google mengumumkan bahwa kecepatan muatan halaman menjadi salah satu faktor penentu peringkat terhadap indeks pencarian.
    Sayang sekali, bukan, jika isi website telah dirancang secara optimal, tetapi sia-sia akibat terhambat aspek teknis. Untuk mengatasi loading yang lamban, Anda harus mengetahui faktor penyebabnya terlebih dahulu. Bisa jadi karena kapasitas gambar, terlalu banyak Javascript, atau layanan hosting bermasalah.

Komponen SEO On Page

Ruang lingkup SEO On Page sebenarnya cukup luas. Jika diuraikan secara detail, SEO On Page terdiri dari komponen-komponen berikut ini.

Title Tag

Title yang dimaksud adalah elemen HTML yang merepresentasikan judul artikel. Jika judul artikel dibaca oleh pengunjung, maka title tag disusun agar dibaca mesin pencari. Komponen satu ini turut memengaruhi peluang tautan diklik oleh pengguna internet.

Biasanya, title tag yang ditampilkan sebatas 600 pixel. Google pun hanya memajang 50-60 karakter. Apabila melebihi jumlah tersebut, title akan terpotong disertai titik-titik (…).

Untuk mengoptimalkan title, ada beberapa cara yang harus dilakukan, antara lain:

  • Menyisipkan keyword yang relevan dengan isi konten
    Title mesti memuat kata kunci yang sesuai dengan pembahasan konten. Jika tidak relevan, Google akan mengabaikan title sehingga memengaruhi SERPs.
  • Keyword utama ditempatkan di awal kalimat
    Untuk menghindari risiko terpotong, sebaiknya tempatkan keyword utama sebagai deretan kata terdepan. Selanjutnya, bisa disambung dengan psychological phrase dan domain name.
  • Hindari spamming keyword
    Kata kunci memang penting, tetapi menyisipkannya secara berlebihan—tiga atau lebih misalnya—dalam title juga berpengaruh buruk bagi kinerja SEO. Selain berpotensi mendapat penalti Google, pengguna internet juga malas membacanya.

Meta Description

Meta Description merupakan ringkasan isi artikel yang disematkan pada HTML, sebanyak kurang lebih 155 karakter. Mesin pencari umumnya menampilkan Meta Description tatkala frasa yang dicari tercantum dalam deskripsi. Maka, peran komponen satu ini dalam SEO On Page sangat krusial.

Bagaimana cara menulis Meta Description yang baik?

  • Sisipkan keyword
    Keberadaan kata kunci membuat halaman konten Anda mudah ditemukan pengguna internet. Selain itu, Google juga menebalkan kata di meta yang sesuai dengan frasa penelusuran.
  • Buatlah deskripsi yang unik dan orisinal
    Menggunakan deskripsi yang sama untuk setiap halaman konten akan membingungkan algoritma mesin pencari. Jadi, berikan masing-masing meta description yang orisinal dan unik.
  • Cantumkan Call to Action
    Ajak pengunjung untuk melakukan tindakan konversi. Misalnya, melalui kata ‘gratis ongkir’, ‘order sekarang’, dan lain-lain.

Structured Data

Data terstruktur adalah label khusus yang disematkan pada kode sumber website, berisi informasi mengenai jenis halaman dan pengelompokan isinya. Misalnya, konten yang membahas resep masakan; kategori yang diinformasikan meliputi bahan, waktu memasak, kalori, penulis resep, dan detail lainnya.

Struktur data akan memudahkan algoritma Google dalam menempatkan halaman website Anda di hasil pencarian yang relevan. Bagi pengguna internet, kategorisasi yang ditampilkan akan menambah kredibilitas website bersangkutan.

Heading

Heading merupakan penanda yang mengklasifikasikan tiap pokok pembahasan dalam artikel. WordPress menyediakan beberapa tingkatan heading, mulai dari H1 sampai H6.  H1 diibaratkan judul dari sebuah buku, sedangkan H2 merupakan babnya. H3 dan seterusnya adalah subbab yang memberikan penjelasan lebih spesifik.

Secara teknis, heading tidak memengaruhi kinerja SEO. Namun, keberadaannya membuat artikel lebih nyaman dibaca. Selain itu, pengunjung juga lebih cepat dan mudah menemukan topik spesifik yang diinginkan. Hal ini mencegah terjadinya bounce rate sehingga berdampak positif pada peringkat di mesin pencari.

Internal Link & Outbound Link

Tautan atau link terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Internal Link
    Tautan ini mengarah ke halaman lain yang berada dalam website Anda. Fungsinya yakni menarik minat pengunjung untuk mengakses konten-konten lain dan memudahkan perpindahannya. Pun mengurangi peluang bounce rate.
    Sementara itu, website yang tiap kontennya saling berhubungan lebih disukai Google. Internal link menjadi sarana untuk menunjukkan korelasi tiap halaman di website Anda.
  • Outbound Link
    Outbound link mengarah ke halaman website lain. Fungsinya yakni menunjukkan konten Anda memiliki referensi kredibel. Jadi, jangan tautkan ke asal website, ya. Pastikan Anda memilih sumber yang memiliki reputasi baik. Berkorelasi dengan topik yang sama pada situs web acuan juga memengaruhi hasil pencarian.

Gambar

Tambahkan gambar untuk meningkatkan kualitas On Page. Secara visual, media ini membuat konten terlihat lebih atraktif, alih-alih membosankan. Dari segi visibilitas pencarian, nama file gambar yang memuat kata kunci utama juga berpotensi muncul di Google Image Search.

Sebelumnya, pastikan ukuran masing-masing gambar tidak terlalu besar, maksimal 100 kb. Jika melebihi kapasitas tersebut, loading website akan menjadi lamban.

Untuk mengecilkan ukuran tanpa mengurangi kualitas resolusi, Anda bisa menggunakan layanan kompres seperti TinyPNG, OptiPNG, ILoveIMG, Kraken, dan Trimage.

Social Sharing

Strategi SEO On Page berikutnya adalah Social Sharing, berwujud tombol share yang biasanya diletakkan di sebelah judul artikel. Meski bukan faktor yang menentukan peringkat di mesin pencari, komponen ini membantu meningkatkan brand awareness. Jika website Anda sering ditelusuri lewat Google, algoritma akan menganggapnya memiliki reputasi baik sehingga memengaruhi peringkat.

Kesimpulan

SEO On Page memiliki ruang lingkup yang kompleks. Perlu waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit untuk mengaplikasikannya ke website serta mengukur tingkat keberhasilannya. Namun, hasil yang didapat sepadan dan berdampak besar bagi bisnis Anda.

Dibutuhkan berbagai bidang keterampilan untuk menjalankan strategi SEO On Page secara maksimal, mulai dari pemasaran, pemrograman, menulis, dan analisis. Sebaiknya, bekerjalah bersama tim. Atau, manfaatkan jasa digital marketing yang berfokus pada SEO, seperti BullRank.

Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook

Baca Artikel Terkait

Siap Roketkan bisnismu?

Kuantitas dan kualitas trafik akan melonjak tajam. Pada akhirnya, kamu berpotensi meraih lebih banyak revenue (pendapatan) dan publisitas.

Contact

Subscribe